Kepercayaan dan Praktik Budaya Selama Kehamilan Pada Suku Bajo Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara Tahun 2025

Penulis

  • Akifah Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo
  • Ruslan Madjid Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

Kata Kunci:

kehamilan, praktik budaya, suku bajo, kesehatan ibu

Abstrak

Kehamilan dan masa pasca melahirkan pada masyarakat Suku Bajo Indah di Kelurahan Petoaha tidak hanya dipahami sebagai proses biologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial budaya yang dipengaruhi oleh nilai, kepercayaan, dan praktik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepercayaan dan praktik budaya terkait kehamilan dan perawatan pasca melahirkan pada masyarakat Suku Bajo Indah. Penelitian menggunakan metode kualitatif, penelitian dilaksanakan pada 13 Desember 2025 dengan pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bentuk triangulasi data, serta pemilihan informan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dipandang sebagai anugerah dan titipan Tuhan yang harus dijaga dengan menaati berbagai pantangan makanan dan perilaku, pelaksanaan ritual adat, serta perawatan pasca melahirkan yang dilakukan secara tradisional oleh sandro, seperti boe’ panas dan pengikatan perut, yang diyakini dapat menjaga keselamatan ibu dan bayi. Meskipun sebagian praktik tersebut belum memiliki dasar ilmiah dan berpotensi memengaruhi kecukupan gizi ibu, kepercayaan dan praktik budaya ini berperan penting dalam memperkuat identitas serta kohesi sosial masyarakat Suku Bajo Indah, sehingga diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap budaya setempat.

Kata kuci: Kehamilan, Praktik Budaya, Suku Bajo, Kesehatan Ibu.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20